Apa Benar Suntik Insulin Bisa Bikin Berat Badan Naik

Apa Benar Suntik Insulin Bisa Bikin Berat Badan Naik

Suntik insulin adalah salah satu cara mengelola gula darah tinggi bagi para diabetesi. Namun, beberapa orang justru mengeluhkan berat badannya naik setelah beberapa lama menjalani terapi tersebut. Benarkah suntik insulin bikin gemuk, atau penambahan berat badan tersebut diakibatkan oleh hal lain? Baca terus untuk tahu jawabannya.

Benarkah suntik insulin bikin gemuk?


Ya. Bertambahnya berat badan adalah efek samping yang paling umum terjadi selama menggunakan insulin. Suntik insulin berfungsi untuk meningkatkan hormon insulin dalam tubuh, yang tidak dimiliki oleh pengidap diabetes.

Tambahan insulin tersebut membantu tubuh memakai simpanan glukosa (gula darah) sebagai energi bagi setiap sel-sel dan jaringan yang memerlukan. Dengan bantuan suntik insulin pula, tubuh Anda jadi lebih efisien menyimpan glukosa sehingga tubuh tidak mengalami kelebihan gula darah. Di sisi lain, insulin membuat tubuh menyimpan glukosa tersebut dalam bentuk glikogen atau lemak. Peningkatan lemak inilah yang membuat berat badan naik.

Bukan berarti efek samping ini boleh disepelekan


Meski efek samping ini cukup normal dan tidak begitu berbahaya, berat badan Anda bisa melonjak makin naik jika pola makan Anda masih buruk selama terus menjalani pengobatan. Semakin banyak porsi yang Anda makan dan pilihan menunya juga tidak sehat, pada akhirnya gula darah bisa meningkat tajam. Alhasil, makin banyak gula darah yang disimpan sebagai lemak. Ini yang menyebabkan berat badan jadi naik drastis selama menggunakan insulin.

Gula darah yang meningkat drastis dalam waktu cepat, disebut hiperglikemia, juga bisa berbahaya. Hiperglikemia ditandai dengan rasa lapar berat meski Anda baru saja makan, karena tidak semua sel-sel tubuh yang butuh energi mendapatkan gula darah.

Jangan pula sembarangan hentikan pemakaian insulin


Meski suntik insulin bikin gemuk, namun Anda tak boleh mengurangi frekuensi dan dosisnya sembarangan. Apalagi menghentikan penggunaannya secara sepihak tanpa konsultasi dokter. Siasat ini justru membahayakan. Alih-alih mendapatkan kebali berat badan ideal Anda, gula darah tinggi yang tidak dikendalikan dengan suntik insulin bisa berujung pada komplikasi diabetes jangka panjang yang berbahaya.

Tips mengendalikan berat badan selama pakai insulin


Mengelola porsi makan dan memilah-milih menu makanannya adalah dua kunci utama menjaga berat badan tidak melonjak naik sementara dalam terapi insulin. Pilih sumber makanan yang mengandung serat dan kabhidrat kompleks tinggi seperti gandum utuh, yogurt, kacang dan biji-bijian, serta sayur dan buah-buahan yang bisa membantu menyediakan energi lebih lama sekaligus mengendalikan gula darah tetap seimbang.

Jaga juga porsi makan Anda supaya tidak berlebihan agar berat badan tidak semakin naik. Lebih baik makan 6 kali sehari dalam porsi kecil (berjarak setiap 2-3 jam) agar gula darah tetap stabil, daripada 3 kali makan nasi dengan lauk menumpuk yang bisa naik-turunkan gula darah dengan cepat. Cara “makan sering dengan porsi kecil” ini juga bantu mencegah Anda melewatkan waktu makan yang bisa berbahaya bagi gula darah. Melewatkan makan dapat menyebabkan gula darah merosot tajam jika Anda tidak menyesuaikannya dengan dosis insulin.

Terakhir, seimbangkan pula dengan rutin berolahraga untuk membakar kalori berlebih dalam tubuh agar tidak disimpan menjadi lemak. American Diabetes Association menyarankan diabetesi untuk pilih latihan aerobik (jalan kaki, renang, jogging, bersepeda) dan latihan kekuatan (push-up dan angkat beban) untuk bantu mengendalikan kadar gula darah mereka. Lakukan olahraga setidaknya 150 menit seminggu, atau setidaknya 30 menit setiap hari.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *