Pembagian Kantong Darah Gratis Bagi Warga Tangsel

Pembagian Kantong Darah Gratis

Pembagian Kantong Darah Gratis – Bila Anda membutuhkan transfusi darah, seringnya ada biaya untuk setiap kantung darah yang dibutuhkan. Biaya tersebut bukanlah biaya “pembelian” darah, namun biaya pengolahan darah. Pengelolaan darah membutuhkan biaya untuk formulir calon donor, kapas, alat untuk mengecek Hb pendonor darah, jarum, selang dan kantong yang digunakan untuk proses donor, serta proses menyimpan darah. Semua itu tentu harus dibeli dan harganya tidak murah.

Pembagian Kantong Darah Gratis

Belum lagi berbagai komponen yang diperlukan untuk memeriksa darah di laboratorium, menyimpan darah di tempat khusus dengan suhu dan kondisi lain yang terjadi, hingga proses pengecekan kecocokan darah yang tersedia dengan donor darah sampai dengan proses transfusi, juga membutuhkan biaya. Termasuk tentunya, bagaimana prosedur pemusnahan darah yang tidak layak digunakan, juga membutuhkan biaya operasional.

Biaya ini berasal dari subsidi pemerintah maupun subsidi PMI. Sisanya? Dibebankan kepada pasien. Beban biaya yang tidak tersubsidi ini dinamakan Biaya Penggantian Pengelolaan Darah (BPPD) atau service cost. Bagi warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel), biaya ini sepenuhnya ditanggung pemerintah kota. Alias, warga bisa mendapatkan kantung darah untuk transfusi secara gratis.

Pengolahan darah di Kota Tangsel yang gratis ini diungkapkan Walikota Airin Rachmi Diany saat halalbihalal di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Tangsel pada 30 Juni 2019. Melansir laman berita.tangerangselatankota.go.id (2/07/2019) Airin menjelaskan Tangsel telah memiliki Perwal Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pembebasan Biaya Operasional pengolahan darah atau yang dikenal dengan darah gratis. Sehingga, masyarakat yang memiliki KTP Tangsel bisa langsung datang ke PMI dan pembiayaan di Tanggung oleh PMI Tangsel yang akan mengklaim ke Dinas Kesehatan.

“Tolong sampaikan kepada masyarakat Tangsel yang memiliki KTP Tangsel, darah di Tangsel gratis,” jelasnya. Tidak hanya mengingatkan akan adanya darah gratis, Airin pun meminta kepada masyarakat Tangsel yang belum memiliki BPJS Kesehatan untuk segera membuatnya. “Bagi masyarakat Tangsel yang tidak mampu BPJS Kesehatan ditanggung oleh Pemkot Tangsel, lakukan verifikasi data datang ke dinas kesehatan untuk mendapatkan itu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Kota Tangsel, Deden Deni menegaskan pengolahan darah di Kota Tangsel telah gratis sejak tahun 2018. Dia berharap, masyarakat Kota Tangsel bisa memanfaatkan layanan pengelolan darah gratis secara maksimal.

Pembagian Kantong Darah Gratis Bagi Warga KTP Tangsel

Deden mengakui, saat ini masih banyak masyarakat Kota Tangsel yang belum mengetahui adanya layanan pengelolaan darah gratis bagi warga ber-KTP Tangsel. “Tahun lalu anggaran kita sebesar Rp5 miliar untuk program ini, tahun ini menjadi Rp2,2 miliar. Karena berdasarkan hasil evaluasi penyerapan tidak sebesar itu. Akhirnya tahun ini kita tetapkan Rp2,2 miliar. Maka kami berupaya masyarakat Tangsel mengetahui program ini ,” katanya.

Saat ini, tercatat ada 17 RS Swasta yang telah bekerjasama dengan Dinas kesehatan dan PMI Kota Tangsel, dalam pemanfaatan darah gratis bagi warga Tangsel. “Ada 17 RS yang ter-MoU, ini kita dorong agar semua RS bekerjasama dengan kita,” singkatnya.

You may also like